Jum'at 18 Agustus 2017, Memasuki pekan ketiga kedatangan di Kota Suci Mekah dan Madinah,,
jemaah haji yang wafat mencapai 27 orang. Menurut data Siskohat hingga
hari Rabu (16/8/2017) jumlah jemaah wafat di Madinah sebanyak 21 orang,
dan di Makkah 6 orang. Mayoritas jemaah meninggal karena terkena
serangan jantung dan gangguan pernapasan. Terakhir dilaporkan jemaah
wafat sebanyak dua orang.
Home
Posts filed under Berita
Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts
Thursday, August 17, 2017
berita, Jemaah Haji Peringati HUT RI Dari Tanah Suci
Peringatan hari kemerdekaan di negeri orang memang tidak semeriah di
negeri sendiri. Ada regulasi Arab Saudi yang harus dipatuhi terutama
dalam hal pengibaran bendera negara asing. Kita tidak bisa seenaknya
saja melakukan upacara bendera di ruang terbuka atau mengibarkan bendera
di ruang publik. Namun begitu berbagai upaya dilakukan untuk turut
berbahagia pada hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
berita, Sang Saka Pun Berkibar Di Gua Hira
Tepat detik-detik peringatan Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 2017
waktu Saudi Arabia, bendera Merah Putih berkibar di atas Jabal Nur, Gua
Hira, Makkah. Pengibaran bendera Republik Indonesia itu dilakukan oleh
sebagian jamaah haji asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang tergabung
dalam kloter SOC 09.
Tuesday, August 15, 2017
Sunday, August 13, 2017
Thursday, August 10, 2017
Wednesday, August 9, 2017
berita, Sudah 13 Jemaah Haji Wafat dan 58 Rawat Inap di Madinah
Hari kedua belas fase kedatangan, satu orang jemaah haji Indonesia
wafat di Madinah atas nama Marfuah (74). Kasi Klinik Kesehatan Haji
Indonesia (KKHI) Daker Madinah Edi Supriyatna menginformasikan bahwa
almarhumah tercatat berasal dari kloter 17 embarkasi Surabaya (SUB 17).
“Almarhumah wafat di Al Dar Hospital pada 7 Agustus 2017,” kata Edi di Madinah, Selasa (08/08).
“Hasil diagnose, almarhumah wafat karena mengalami serangan jantung,” tambahnya.
Tuesday, August 8, 2017
Heboh di Madinah, Bakso Di Mana Dikau?
Tulisan BAKSO yang dipegang seseorang di halaman masjid Nabawi banyak menarik perhatian jemaah yang melewatinya. Sebagian berhenti dan bertanya, di mana warung baksonya? Lalu ‘salesman’ bakso yang ternyata bernama Yunus asal Lombok ini menjelaskan dengan detail lokasi sambil menujuk tulisan BAKSO cukup besar di dinding hotel megah. Yunus juga menawarkan berbagai menu lain selain bakso, seperti ayam goreng, ayam bakar, cumi, goring-gorengan, bahkan cumi dan masakan seafood lainnya.
Warung BAKSO yang ditawarkan Yunus berada di hotel Royal Andalus, hotel yang cukup mewah persis di depan pintu 22 masjid Nabawi. Berada di lantai M, begitu Yunus menjelaskan lokasi warungnya kepada jemaah yang tertarik dan kangen dengan makanan khas Indonesia itu.Menurut penuturan Yunus, bosnya selalu membuka warung bakso di hotel tersebut tiap musim haji. Harga sewanya pun cukup mahal, sekitar 300 ribu ryal untuk satu musim haji, setara lebih dari 1 milyar rupiah. Tentu bukan harga sewa yang murah untuk sewa sebuah ‘warung bakso’.
“Harga sewa warung memang cukup mahal, namun setiap pagi sejak bakda shalat subuh sampai sekitar jam 11 siang rata-rata dapat terjual lebih dari 1.000 porsi dengan harga 13 ryal per porsinya,” ujar Yunus, Madinah, Selasa (08/08/2017).
Yunus bercerita tentang bosnya yang ternyata asli orang Indonesia asal Karawang, bernama Fahrurozy. Sang bos juga pemilik travel umrah dan sekaligus pengusaha katering haji dan umrah di Arab Saudi.
“Bos saya orang Karawang, dan hampir semua pekerjanya asli Indonesia. Dari tukang masak sampai penjaga warung dari Indonesia,” tutur Yunus melanjutkan.
Warung bakso sejak subuh hingga pukul 22.00WAS terus dibuka. Pembelinya bukan hanya dari Indonesia tapi banyak pula pelanggan berkebangsaan Timur Tengah dan Afrika, selain dari Asia Tenggara.
Menariknya, bumbu-bumbu yang digunakan sebagian besar asli Indonesia walaupun sebagian dikombinasikan dengan bumbu asal India dan Thailand. Bahkan beras yang digunakan juga beras Pandan Wangi asli Cianjur.
Bakso dengan caranya tersendiri mampu melambungkan nama Indonesia melalui citarasanya. Selain menjadi ‘pengobat rindu’ bagi jemaah Indonesia, bakso dengan nama Si Doel Karawang ini juga menjadi semacam primadona bagi jemaah dari berbagai negeri. s
umber : https://www.google.co.id
Info Motifasi Haji, Mari Belajar Dari Nenek Nurjannah
Suatu sore di “lorong panas” yang menghubungkan terminal haji dengan
pavilliun 3 (ruang tunggu jemaah haji Indonesia) tampak berjalan
tertatih seorang nenek tanpa teman. Langkah gontainya bukan hanya karena
kelelahan semata, atau cuaca panas yang membakar kulitnya, namun juga
karena kakinya memang tidak sempurna dan usianya yang sudah tidak muda.
Monday, August 7, 2017
Berita, Betapa Populer Jemaah Haji Indonesia
Popularitas jemaah haji Indonesia di Arab Saudi sangat masyhur. Bukan
hanya di kalangan para petugas bandara di Jeddah maupun Madinah, jemaah
kita juga terkenal baik di mata para jemaah haji dan pekerja asing di
Arab Saudi. Bahkan bagi para pedagang di berbagai toko dan pasar di Arab
Saudi, jemaah haji Indonesia juga sangat dikenal.
Popularitas jemaah haji Indonesia bukan tanpa sebab. Jemaah Indonesia
dianggap sebagai jemaah ramah, tertib, dan patuh terhadap ketentuan di
Arab Saudi. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Abdulillah, seorang
pekerja TAV (otoritas bandara di Madinah).
“Selama saya bekerja di bandara, saya sangat kagum dengan ketertiban
jemaah haji asal Indonesia. Semua jemaah Indonesia juga memakai seragam
yang meriah (menarik). Sangat berbeda dengan jemaah dari negara lain,”
kata Abdulillah saat berkunjung di ruang kerja Daker Bandara, Madinah,
Senin (07/09/2017).
“Saya juga terkesan dengan kesigapan petugas dari Indonesia. Mereka
sangat sigap mengorganisir jemaah, padahal jumlah jemaah Indonesia
sangat banyak. Mereka sangat kuat dalam bekerja,” lanjutnya.
Saat berada di masjid maupun di tempat umum lainnya tidak jarang ada
teriakan orang asing saat melihat jemaah atau petugas asal Indonesia.
“Indonesia, Bagus…Apa kabar?” kata kebanyakan orang asing saat bertemu
dengan jemaah dan petugas asal Indonesia.
Para pedagang pasar juga banyak menawarkan barang dagangannya dengan
bahasa Indonesia yang fasih. Tidak jarang mereka nyeletuk “Syahrinni,
Syahrini…” saat ada jemaah wanita yang melintas di depan kiosnya.
Awalnya saya berpikir mereka tahu betul dengan artis Syahrini,
hehehe…ternyata mereka menawarkan busana muslimah model Syahrini.
Pantas saja mereka (para pedagang Arab) harus menguasai bahasa
Indonesia, karena jemaah Indonesia dikenal oleh mereka jemaah yang doyan
berbelanja. Jemaah Indonesia akan membeli apa saja asal dibeli dari
Arab, walaupun kebanyakan barang yang dijual di Arab merupakan produk
China dan di Indonesia juga mungkin banyak di pasaran.
Tidak masalah jemaah Indonesia banyak mengeluarkan uang untuk
berbelanja karena memang kesempatan berkunjung ke tanah suci bisa jadi
hanya satu kali dalam hidupnya. Mereka memanfaatkan kesempatan selain
beribadah juga dengan berbelanja untuk sekedar tanda cinta kepada
keluarga di rumah.
Para jemaah merupakan duta bangsa. Selain menujukkan keramahan ciri
khas Indonesia, mereka juga menjadi cermin Islam di Indonesia. Para
jemaah dari berbagai negara akan melihat betapa identitas Indonesia
masih terjaga dengan baik. Muslim Indonesia masih menjaga tradisi dengan
tetap tersenyum ramah dan hormat kepada sesama. Banggalah jemaah haji
sebagai umat Islam yang menjunjung tinggi identitas Indonesia.
Sumber : https://haji.kemenag.go.id
Sunday, August 6, 2017
Info, Mengenal “Coaster Shalawat” Madinah
Bus shalawat sudah bukan hal yang asing bagi para jemaah haji. Ya,
bus shalawat memang fasilitas khusus yang diberikan kepada jemaah haji
yang menempati hotel dengan jarak 1,5km atau lebih di kota Makkah.
Fasilitas bus ini sangat membantu jemaah haji yang akan menunaikan
sholat fardhu di Masjidil Haram. Bus ini tersedia selama 24 jam penuh
sampai dengan 5 hari menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah dan setelah
puncak haji hingga seluruh jemaah meninggalkan kota Makkah.
Kebijakan penggunaan bus shalawat ‘diadopsi’ di Madinah. Jemaah yang
menempati hotel-hotel tertentu diberikan fasilitas khusus berupa mobil
antar jemput dari hotel ke masjid Nabawi. Setiap mendekati dan setelah
sholat fardhu, banyak dijumpai ‘coaster’ hilir mudik menaikkan dan
menurukan penumpang.
Tidak seperti di Makkah yang aramadanya menggunakan bus, di Madinah
dipilih jenis minibus yang biasa disebut coaster. Kepala Seksi Akomodasi
Daker Madinah, Ihsan Faisal mengutarakan kebijakan ini.
“Coaster shalawat disediakan bagi akomodasi yang di atas 1000 meter,”
ujar Ihsan, saat dihubungi melalui pesan singkat, Madinah, Minggu
(06/08/2017).
“Yang menyediakan kendaraan antar jemput ini (coaster shalawat) pun dari pihak majmuah yang bersangkutan,” tambah Ihsan.
Majmuah ada istilah yang digunakan untuk menyebut pihak pengelola
hotel (bukan pemilik hotel) di Madinah. Semua transaksi perhotelan haji
tidak dapat langsung kepada pemilik hotel namun melalui majmuah (semacam
event organizer penginapan haji yang memiliki hak sewa kamar atas
hotel-hotel tertentu).
“Ada empat hotel yang mendapatkan pelayanan coaster shalawat, yaitu
Manar Al Fidhi 1, Manar Al Fidhi 2, Dar Ajyal, dan Aliyah Hotel,”
pungkas Ihsan.
sumber :https://haji.kemenag.go.id
Subscribe to:
Posts (Atom)



















