Showing posts with label Artikel Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Artikel Keluarga. Show all posts

Friday, November 18, 2016

Keluarga Bahagia

Keluarga Bahagia bukan rumah tangga yang berlimpah harta. Karena banyaknya harta tidak bisa dijadikan ukuran sebuah kebahagiaan.

Keluarga Bahagia juga bukan rumah tangga yang tak pernah mendapat
masalah, tak pernah mengalami kesusahan, atau tak pernah terlibat
perselisihan.

Tapi Keluarga Bahagia adalah rumah tangga yang 'Rajin', 'Pandai' dan 'Cerdas'.

Rajin dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai kapasitasnya
masing-masing secara istiqamah. Rajin ibadah mahdhahnya. Juga Rajin
dalam mengerjakan pekerjaannya masing-masing dengan cara yang halal.

Pandai bersyukur atas sekecil apapun rizqi atau ni'mat yang didapat.
Pandai menghargai sekecil apapun usaha atau pengorbanan pasanganya
masing-masing. Dan tentunya Pandai mengingatkan dengan cara yang bijak
jika terjadi kelalaian.

30 Tips Hidup Bahagia

Oleh Dr. 'Aidh al-Qarni

Kebahagiaan adalah tema universal umat manusia, dan hidup bahagia adalah dambaan semua orang. Maka kami bahagia bila bisa berbagi dalam mewujudkan kebahagiaan universal itu. Namun kami lebih berbahagia lagi bila Anda bisa mereguk kebahagiaan dengan

menyimak buku 30 Tips Hidup Bahagia ini. Dan Anda harus bahagia menyimak buku kecil ini, karena ia langsung melesat ke inti tujuan hidup umat manusia: hidup bahagia.

1. Berpikir, Bekerja & Bersyukurlah

2. Jangan Disesali, Yang Telah Berlalu Tidak Akan Kembali

3. Hari Milik Anda Yg Sesungguhnya Adalah Hari Ini

4. Biarkan Hari Esok Itu Datang Sendiri

5. Jangan Dengarkan Kritik Ngawur

6. Jangan Menunggu Ucapan Terimakasih Dari Seseorang

7. Berbuat Baiklah Kepada Orang Lain, Akan Membuat Hati Anda Menjadi Lapang

8. Mengisi Waktu Senggang Dengan Aktivitas

9. Jangan Melebur Kedalam Kepribadian Orang Lain, Terimalah Bentuk Wajah, Tubuh, dan

    Karakter Anda Seperti Yang Telah Diciptakan

10. Terimalah Qadha & Qadar Anda Dengan Ikhlas

Sunday, November 13, 2016

Bahagia itu sederhana

Bahagia itu sederhana; berbuat baiklah maka kita akan bahagia :

1. Jangan pernah membenci orang lain, meskipun mereka telah banyak berbuat salah padamu,
    atau merampas hak hak kamu.

2. Jangan pernah merasa gundah gulana, perbanyaklah berdo'a.

3. Hiduplah tetap dalam keadaansederhana, rendah hati, meskipun kamu berada dalam
    kegelimangan harta dan kekayaan.

4. Selalulah berfikiran positif, meskipun banyak cobaan yang menghadangmu.

5. Husnudzhanlah selamanya untuk Rabb-mu.

6.Selalu memberi lebih banyak, meskipun orang lain tak memberi

   kamu, meskipun kamu dalam keadaan kekurangan.

7. Jangan pernah putus mendo'akan Keluargamu-saudaramu-sahabatmu dalam kondisi dia
    tak mengetahuinya.

Monday, November 7, 2016

Gara-gara Slilit,Sang Kiai Disiksa Oleh Allah




Diceritakan seorang Kyai
Fulan, beliau sangat masyhur di daerahnya, bukan saja kealiman ilmunya
tetapi budi pekertinya juga sangat baik.

Suatu saat sang Kyai diundang kenduri oleh warganya, maka beliau
bergegas menghadiri undangan tersebut dengan mengajak seorang Santri
sebagai pendamping.

Jamuanpun dihidangkan Kyai juga tidak ketinggalan menikmati hidangan
yang disediakan
tuan rumah.

Selesai makan sang Kyai merasa ada “sesuatu” yang mengganggu pada
giginya, ya ada sisa daging yang menyelilit, Kyai sudah berusaha
menghilangkan “slilit” tetapi gagal dan rupanya tidak ada alat untuk
digunakan menghilangkan slilit itu. 

Setelah selesai sang Kyai segera pulang, tapi dia masih terganggu oleh
slilit, karena terganggu maka sang Kyai berusaha mencari alat untuk
menghilangkan slilit itu.

Di sebuah perkebunan beliau melihat pagar dari bambu, tanpa pikir
panjang beliau memerintahkan santrinya untuk mematahkan bambu, yang akan
digunakan menghilangkan slilitnya.

Waktu terus berjalan, kemudian sang Kyai Fulan meninggal dunia. 

Suatu hari sang santri yang dulu mengantar sang Kyai berziarah, entah mengapa
sang santri tertidur di makam sang Kyai.

Ditengah tidurnya sang santri bermimpi bertemu dengan sang Kyainya.
“Assalamu’alaikum wahai Kyai!” kata Santri.
“Walaikum Salam santriku” Jawab Kyai.
“Waduh Kyai kenapa badan Kyai seperti ini? Bukankah Kyai ahli ibadah”
Tanya santri penasaran karena melihat badan kyainya penuh sisa cabukan.

“Oh santriku…, memang aku ahli ibadah, namun kau masih ingatkan waktu
pulang dari kenduri…, aku mencuri bambu, dan rupanya sipemiliknya tidak
rela…., sehingga aku disiksa demikian” Kata sang Kyai sambil menunjukkan
luka-luka di badannya.

“Santriku … tolong aku …, mintakan kehalalan dari pemilik kebun yang
kucuri pagar bambunya…”Kata Kyai sambil menangis.